94e4544c-ae1b-43e1-a8b4-c46e71895ea8
Akhir akhir ini kita banyak mendengar kasus Bunuh Diri terjadi dimana-mana. Yang paling santer diberitakan kasus bunuh diri supermodel Korea Selatan, Kim Yuri. Ternyata tren bunuh diri ini diikuti beberapa artis putri top korea lainnya.

Kenapa mereka bunuh diri ya? …Cantik, Sukses dalam karier, dan Kaya Raya ternyata tidak mampu mengisi Kekosongan Hati mereka yang demikian parah. Itu terungkap dari facebook Kim Yuri yang menyatakan betapa dia sudah tidak tahan lagi dengan kehidupan ini.

Di Korsel, keparahan bunuh diri itu bukan saja terjadi secara individu. Tetapi banyak orang yang mencari teman bersama untuk ikut bunuh diri.    Makanya beberapa waktu lalu ditemukan 8 orang bunuh diri secara bersama. Itu juga sebabnya, Korsel menempati urutan ke-2 tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.

Lalu Negara mana yang menempati urutan Pertama dengan penduduk dengan tingkat bunuh diri terbanyak ? ( tertinggi 31 org bunuh diri dari setiap 100.000 penduduk).   Apakah Jepang dengan budaya lama Harakiri nya? Ternyata Negara-negara eks Uni Soviet menempati urutan pertama dan terbanyak dalam 15 Besar negara dengan tingkat bunuh diri terbesar didunia. Negara tersebut adalah: Lituania (1), Korea (2) Belarus (3), Kazakhstan (4), Japan (5) Rusia (6), Srilanka (7) ,Ukraina (8), Hongaria (9), Latvia (11), Slovenia (12), dan Serbia (13). Belgia (15)

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia tidak mempunyai data resmi. Pada tahun 2001, WHO mencatat, tingkat bunuh diri mencapai 1,2 – 1,8 per 100.000 penduduk. Ini berarti terendah di ASEAN, dimana Singapura paling tinggi, yaitu  10 per 100.000 penduduk, Thailand mencapai 7 per 100.000 penduduk. Data bunuh diri di Indonesia memang sporadis, misalnya Jakarta, angka bunuh diri mencapai 176 kasus (asumsi penduduk Jakarta 10 juta, itu berarti 1,8 per 100.000 penduduk). Ini berarti hampir setiap 2 hari ada yang bunuh diri di Jakarta. Sementara di Bali mencapai 145 jiwa per tahun. Data resmi pemerintah untuk total seluruh daerah tidak ada

Mengapa orang cenderung melakukan Bunuh Diri ? Seperti dikutip diatas karena ada Kekosongan Hati yang Parah. Kalau kita perhatikan lagi data diatas, mengapa Negara-negara Komunis penduduknya banyak melakukan bunuh diri ?

Saya bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka tidak menemukan jawaban atas Kekosongan Hati yg Parah itu, dan Ajaran Rohani ( Agama ) adalah jawabannya. Memang seharusnya dari sejak dini, anak-anak perlu di dekatkan pada ajaran Agama , supaya mereka mengenal dan Takut kepada Allah.

Seorang sahabat saya, Alm.Sofyan Larosa pernah mengatakan, “ Orang Harus Berani Hidup” bukan “ Berani Mati”.

Hanya orang yg ber-Iman saja yang berani Hidup, walaupun Hidup itu sendiri tidaklah mudah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s