Kupu-kupu Maculinea Arion meletakkan telurnya di daun, dalam beberapa hari telur pun menetas menjadi ulat. Setelah beberapa hari makan cukup banyak daun, sang ulat tersebut turun ke tanah dan bertemu dengan semut.

Melihat ulat tersebut, Semut-semut menyerangnya. Untuk mempertahankan diri, sang ulat mengeluarkan cairan manis dari kelenjar di tubuhnya. Disinilah bencana itu dimulai, karena semut menyukai cairan manis, maka dibawalah ulat tersebut ke sarangnya. Disana semut semut itu memakan cairan manis tersebut, sementara ulat memakan bayi-bayi semut yang ada di sekitarnya.

Ulat terus memakan anak-anak semut setiap hari hingga musim semi, sebelum menjadi kepompong kemudian berubah menjadi kupu-kupu dan terbang pergi. Semut-semut itu tidak pernah menyadari bahwa kesukaan mereka akan cairan manis dari tubuh sang ulat, harus dibayar dengan kematian anak-anak mereka, calon masa depan koloni mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang bersikap sama seperti semut tersebut. Orang menyukai benda-benda yang mewah dan kesenangan duniawi, seperti pakaian dan perhiasan bagus, mobil dan rumah mewah, makan di restoran bergengsi, dan menikmati hiburan-hiburan eksklusif.

Jangan men-taut kan hati dan hidup pada materi (uang) semata, supaya hidup tidak berakhir pada titik bencana. Terlalu Cinta akan Materi (uang) akan mendatangkan Keserakahan, bukan Kepuasan.

Seorang Bijak pernah mengatakan “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang yang menghabiskannya”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s