Kisah ini diambil dari cerita China kuno. Ada seorang Perempuan yang tinggal bersama Mertuanya, karena sang suami belum bisa mencukupi ekonomi keluarganya, maka dengan terpaksa ia harus tinggal di pondok mertua indah…he he he….

Seperti kebayakan cerita, Konflik sering terjadi antara Menantu dan Mertuanya. Mereka sering berbeda pendapat atas semua yang dilakukan/ kerjakan setiap hari. Sang ibu Mertua menuntut Menantunya untuk Rajin bangun pagi dan membantu pekerjaan dapur. Sedangkan sang Menantu sulit memenuhinya, karena sudah terbiasa hidup santai tinggal dirumah ibunya.

Hampir setiap hari sang Mertua mengomel dan memaki menantunya yang sering bangun kesiangan dan tidak mau masak untuk anaknya (suami) , sehingga si Ibu sendiri yang harus menyiapkan sarapannya.

“ Dasar pemalas, setiap hari kerjanya Cuma tidur saja “, begitulah seringkali sang Mertua menyindir Menantunya, bahkan kemalasan menantunya diceritakan ke tetangga-tetangga sebelah rumah. Ini membuat sang Menantu semakin membenci Mertuanya, “ Dasar tua Bangka, maunya dilayani terus, emang tidak bisakah menghargaiku sedikit, ibu ku saja tidak pernah memarahiku seperti itu”, batin sang Menantu.

Sampai pada puncak emosinya, sang Menantu mencari akal untuk menghabisi (membunuh) mertuanya, namun dia takut ketahuan oleh suaminya. “ Bagaimana caranya ya, supaya si bawel ini cepat mampus”, geram dalam batinnya.

Kemudian sang Menantu mendatangi seorang Sinse yang cukup terkenal di kota itu. “ Sinse, apakah anda punya obat yang bisa dipakai untuk membunuh orang secara perlahan-lahan”, tanyanya. Karena penasaran Sinse menanyakan, “ Kenapa kamu harus lakukan itu, apakah tidak ada cara lain, coba ceritakan semua barang kali saya bisa bantu mencari solusinya”

Perempuan ini pun menceritakan semua perilaku Mertuanya yang selalu menyakitinya setiap hari, dan dia sudah tidak kuat lagi menghadapinya. “ Emangnya saya ini pembantunya apa, ibu saya saja tidak seperti itu, Tolong saya Sinse, apakah anda punya obat seperti itu”.

Sejenak sinse itu berpikir, kemudian dia berkata “ Baik, saya akan berikan obat itu, tolong ini dirahasiakan ya ?. Obat ini harus kamu berikan ke Mertuamu setiap hari selama tiga bulan.” “ Setiap hari kamu harus bangun pagi-pagi mendahului Mertuamu, buatkan minuman dan makanannya lalu campurkan obat ini kedalamnya” demikian pesan Singse itu. “ Coba kamu bersikap manis pada nya, supaya suamimu tidak curiga atas rencanamu ini”, lanjut sang Sinse.

Singkat cerita apa yang dipesankan Sinse tadi dilakukan dengan baik oleh perempuan ini, “ Mampus Lu, makan habis obat ini “ demkian gumam si Menantu. Setiap hari sang Mertua dilayaninya dengan baik, selalu dimasakkan yang enak-enak dan dibantu mengerjakan pekerjaan rumahnya.

“ Wah, salah makan apa menantuku ini, mendadak setiap pagi bangun dan menyiapkan makanan untukku ??, ‘Pekerjaan rumakku juga beres dikerjakannya’.

Singkat cerita sang Mertua mulai melunak, dan timbul Rasa Sayang dan Bangga pada menantunya, kemudian dia menceritakan perubahan ini ke tetangga-tetangganya. “Ternyata saya salah duga padanya, coba lihat sekarang dia begitu rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan selalu memasak buat saya” katanya. “ Saya Bangga memiliki Menantu dia” lanjutnya. Sang Menantu mendengar apa yang dikatakan mertuanya itu.

Dua bulan lebih berlalu, hubungan Menantu dan Mertua ini semakin hari semakin membaik, Sang Mertua begitu mencintai menantunya. Sampai suatu saat sang Menantu merasa sangat Bersalah telah memiliki rencana jahat ingin membunuh Mertuanya. “ Ternyata Mertuaku, sudah berubah , aku harus cepat-cepat minta obat penawar kepada Sinse, supaya Mertuaku tidak jadi mati “

Dengan menangis, Perempuan ini menemui Sinse dan menceritakan semua peristiwa yang terjadi hampir tiga bulan ini, dan meminta Sinse memberikan obat penawarnya. “ Saya menyesal Sinse, tolong buatkan obat penawar buat mertua saya”.

Dengan tersenyum Sinse itu berkata “ Sudah terlambat, sekarang pulanglah, peluk Mertuamu dan cintailah dia seumur hidupnya”. “ Obat yang aku berikan padamu kemarin cuma vitamin dan tidak akan membunuhnya “.

Hargai dan berusahalah Rendah Hati pada semua orang, lakukan itu dengan setia supaya kamu mendapatkan Kasih yang kamu harapkan. Seorang bijak pernah mengatakan “ Orang yang Rendah Hati akan mewarisi Bumi “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s