img_0848
Siapa yang tak kenal Roberto Mancini, kita yang penggemar sepak bola tentu mengenalnya. Pria Italia yang lahir 27 November 1964 ini adalah mantan pemain sepakbola Italia, di mana ia bermain lebih dari 550 pertandingan, dan turut membantu memenangkan gelar Liga Serie A, empat Coppa Italia dan Piala Winners, sementara icapped untuk Timnas Italia sebanyak 36 kali..

Sebagai pemain, ia telah menunjukkan bakatnya untuk memimpin dan menjadi seorang manajer masa depan,  dan diakhir karirnya, ia menjadi asisten Sven-Göran Eriksson di Lazio.

Dianggap sebagai spesialis Piala Nasional , karena dalam setiap musim  Mancini selalu mencapai setidaknya semifinal selama menjabat sebagai manajer, tahun 2002-2013.

Ia juga berhasil membawa klub bola Italia dengan rekor lima berturut-turut final Coppa Italia 2004-2008,  sekali pada tahun 2004 berama Lazio dan dengan Inter Milan empat musim berikut.

Peran manajerial pertama Mancini berada di  Fiorentina pada usia 35 tahun dan berhasil memenangkan Coppa Italia.      Di  Lazio, di mana lagi ia mewarisi kendala keuangan dan terpaksa kehilangan sejumlah pemain kunci, ia tetap berhasil memenangkan Copa Italia selama 2 musim, dan mencapai semi final Piala UEFA, dan mengamankan tempat Liga Champions.

Pada tahun 2004, Mancini diberi kesempatan untuk mengelola klub besar, yaitu menjadi  manajer di Inter Milan. Selama masa jabatannya di Inter, klub ini memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut , sebuah prestasi dan rekor untuk Inter Milan.

Meski sukses dalam negeri (Italia),  kegagalan berulang untuk memenangkan Liga Champions yang didambakan Inter .   Para pakar melihat kegagalan ini  sebagai alasan utama untuk pemecatannya pada tahun 2008.

Setelah keluar dari sepak bola selama lebih dari setahun, Mancini ditunjuk sebagai manajer Manchester City (Inggris) pada bulan Desember 2009 ( prestasinya membangun  tim-Lazio dan Inter adalah faktor dalam pengangkatannya).

Pada musim 2010-11, musim penuh pertama di Manchester City, Mancini di minta membawa klub menuju  Liga Champions dan Piala FA, dan Pada musim 2011-12, Mancini membawa  Manchester City untuk meraih gelar liga pertama klub dalam 44 tahun terakhir, City  menang 3-2, dengan dua gol di injury time dalam apa yang disebut “pertandingan terbaik dari yang terbaik di akhir musim dalam sejarah sepakbola Inggris”

Di bawah. Mancini, Manchester City maju ke Final Piala FA 2013, namun dikalahkan oleh Wigan Athletic, kemudian  Mancini dipecat pada 13 Mei 2013 lalu.

Melihat sepak terjang dan prestasi Mancini, apakah kegagalan- kegagalannya layak dibayar dengan di Pecat ?     Dari sini kita belajar bahwa bukan masa lalu yang membuat kita bertahan, tetapi yg kita lakukan saat ini, yang lebih menentukan masa depan kita.

Jangan terlena dengan prestasi kita di masa lalu, karena kita hidup dimasa yang akan datang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s