img_1206
Ketika berhenti di sebuah traffic light, saya melihat pemandangan yang membuat saya sedikit gusar. 

Bagaimana tidak!!!. Seorang pengamen muda sedang minta-minta uang. Saya melihat bahwa pengemudi itu sudah cukup murah hati dengan memberikan uang receh kepada pengamen itu. Namun ketika pengamen itu melihat bahwa uang yang diterimanya hanya koin seratus perak, didepan pengemudi itu ia sengaja membuang uang receh tersebut.

Jika saya yang tidak memberi saja ikut-ikutan gusar, apalagi pengemudi yang melihat uangnya dibuang begitu saja di depan matanya. Komentar saya hanya satu, tidak tahu berterima kasih.

Apakah saya akan memberikan uang yang lebih banyak pada pengamen itu supaya uang saya tidak dibuangnya? Tentu saja tidak!.

Jika dia tidak bisa menghargai pemberian kecil, jangan berharap ia mendapatkan uang yang lebih besar!

Bagaimana dengan kita? Seringkali ketika berkat Tuhan yang kita terima kecil dan tidak seperti yang kita harapkan, maka kita pun mengeluh, menggerutu bahkan mensia-siakannya.
Bukankah itu berarti kita tidak berbeda dengan pengamen tadi?.

Mari kita menjadi orang yang belajar mengucap syukur dalam segala perkara. Sekecil apapun berkat yang kita terima, syukurilah.

Ketika kita bersyukur, sebenarnya kita sedang mengundang berkat yang lebih besar turun atas kita. Jika kita mengeluh, sebenarnya kita sedang menutup berkat bagi diri kita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s