img_1195
Maukah kita memiliki seluruh dunia, tapi pada saat yang sama kehilangan nyawa kita?. Jelas tentunya kita tidak mau kan!
Pemahaman ini begitu mudah kita mengerti, tapi pada prakteknya, hanya sedikit orang yang benar-benar bisa memahaminya.

Justru banyak yang tiba-tiba menjadi ‘bodoh’ saat harus memilih antara harta dan nyawanya. Mereka tidak mau kehilangan salah satu diantara keduanya. Mereka ingin mendapatkan keduanya, sikap ini yang membuat mereka kehilangan keduanya.

Salah satu peristiwa kecelakaan laut yang pernah dicatat sejarah adalah tabrakan antara kapal Shanunga dengan kapal Iduna (Swedia). Peristiwa nahas di tahun 1847 itu membuat 172 orang terhilang, sementara yang bisa diselamatkan hanya 34 orang saja. Mereka yang terselamatkan adalah mereka yang berhasil terapung di permukaan laut. Jika 34 orang itu bisa terapung di permukaan, mengapa yang lain tidak bisa? Saksi peristiwa itu mengatakan bahwa kebanyakan orang berusaha untuk menyelamatkan emas miliknya dengan cara mengikatkan kantong emas itu di pinggang mereka. Ketika mereka ingin menyelamatkan emas dan nyawanya, mereka justru kehilangan kedua-duanya. Itu sebuah kebodohan yang kerap dilakukan orang.

Banyak orang yang terlalu bekerja keras demi uang, akhirnya jatuh sakit dan harus kehilangan banyak uang yang sudah dikumpulkan dengan susah payah.

” Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s